My Slides

Selamat Datang di Blog Saya !

Blog ini merupakan salah satu bentuk kreasi dan apresiasi untuk menuangkan segala bentuk ide, motivasi dan sarana berbagi ilmu pengetahuan dan informasi kepada sesama pencinta ilmu yang berbasis dunia maya ( internet )

Rabu, 18 Januari 2012

Inspirasi

Pengemis Jujur Kembalikan uang Rp81,5 Juta


WINA - Apa yang dilakukan oleh seorang pengemis di Austria ini mungkin jarang sekali terjadi. Menemukan uang sebesar 7.000 euro atau sekira Rp81,5 juta (Rp11.650 per euro), bisa saja dia simpan sendiri namun justru dikembalikan.

Hermann Schleichert hanya memiliki sisa uang sebesar USD1 atau sekira Rp9.200 dan sebuah bungkus rokok yang sudah kosong dalam saku celananya. Keberuntungan sepertinya akan menghampirinya saat menemukan bungkusan uang sebesar Rp81,5 juta.

Tetapi bukan menyimpan uang tersebut, pria berusia 48 tahun ini justru mengembalikan penemuannya ke kantor polisi. Polisi pun menerima temuan dari pria yang tinggal di tempat penampungan dan pusat rehabilitasi alkohol.

"Saya mengambil amplop dan melihat ada tumpukan uang di dalamnya. Semuanya dalam pecahan 500 euro," jelas Schleichert seperti dikutip AFP, Senin (16/1/2012).

"Tidak sedetik pun saya berpikiran untuk menyimpan uang tersebut. Itu sama saja dengan perbuatan mencuri," imbuhnya.

Sang pemilik uang akhirnya datang untuk melaporkan kehilangannya kepada pihak Kepolisian. Polisi pun memberikan uang tersebut kepada pemiliknya, tetapi dia belum menyatakan terima kasih kepada Schleichert.
(faj)

1 komentar:

  1. Ini merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi orang-orang yang mempunyai akal. seorang pengemis yang notabene kita ketahui mestinya sangat kekurangan uang dan miskin tapi mampu mengendalikan hawa nafsunya untuk tidak memakan sesuatu yang bukan menjadi haknya. Terbalik dengan kita yang sudah jelas-jelas bukan hak kita kita ambil. Korupsi besar-besaran, tidak punya rasa takut dan malu. padahal mereka adalah notaabene orang-orang yang pintar dan terhormat serta dianggap kaya.

    BalasHapus

Berita Terkini in comment